Aku berharap pada seseorang
yang tlah pergi,
Aku berharap kehadirannya,
Aku berharap kebaikannya,
Aku berharap perhatiannya...
Tapi..
Sering aku menangis karenanya,
Sering aku dikecewakannya,
Sering aku merasa disakiti
olehnya...
Lalu…
Apakah dalam kecewa, dalam
tangis dan dalam sakit itu ada
kebahagiaan yang aku dapatkan?
Apakah dengan kekecewaan ini,
dengan tangis ini,
dengan perasaan sakit hati ini,
dia menjadi mencintaiku?
Mungkin jawabannya TIDAK
Jadi…
Bukankah ini saat yang tepat
bagiku tuk pergi?
Bukankah ini saat yang tepat
bagiku tuk menjauh?
Setidaknya aku pergi dari rasa
kecewa ini…
Ya ini sangat sulit bagiku...
Tanpa kusadari…
Aku telah hanyut dalam harapan,
impian dan angan kosongku
sendiri...
Sedikit kata darinya sudah
membuat ku merasa
diperhatikan
Sedikit senyum darinya sudah
membuat aku berpikir dia peduli
Sedikit kabar darinya sudah
membuat aku terlena, tak
beranjak…
Ya… semua yg sedikit itu saja
sudah membuat aku bahagia…
Yg sedikit bahkan semu, sudah
membuat aku bertahan..
Untuk sesuatu yang KOSONG,
Untuk sesuatu yang tak pernah
dia pikirkan
Untuk sesuatu yang bukan apa-
apa untuknya
Dan esok, lusa, nanti ataupun
detik yang akan datang…
Aku akan kecewa, menagis dan
sakit hati lagi…
Ini saatnya aku melangkah…
Mendaki di terjal kehidupan dan
mengalir bagai sungai
Tak kan bertahan untuk harapan
yg tak pernah ada…
Tak kan menunggu hembus
angin yang lalu…
Aku tak ingin terbangun dalam
keadaan remuk
Selagi aku bisa berdiri…
Selagi airmataku belum habis
Selagi hatiku belum bernanah..
Biarlah sakitnya terasa hari ini..
Esok luka itu akan mengering
Biarlah dia menjadi bagian
kenanganku
Tapi dia tak lagi
menghancurkanku
Bahkan ketika aku pergi
Dia tak pernah menangisiku
Mungkin dia tak menyadarinya
Karena aku bukan yang
diharapkannya
Aku bukan yang dipirkannya
Aku bukanlah apa-apa baginya
Biarlah airmata ini menetes
sederasnya
Dan biarlah rasa sakit ini
menghunjam dalam
Tapi untuk yang TERAKHIR
kalinya….
Tuhan tidak menciptakan satu
orang didunia ini..
Diluar sana masih banyak yang
membutuhkanku..
Diriku kini hanya untuk mereka yang lebih
menghargai perasaanku.
Terimakasih 16 Desember untuk segala kebahagiaan, kesedihan, senyum, tawa, canda, airmata, amarah, sayang, kebaikan yang tlah kau berikan :) terimakasih telah mengajarkan banyak hal.. Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar